PNM Perpanjang Dukungan Ruang Pintar Kasih Sayang di Mundu Pesisir, Jumlah Peserta Naik Lebih dari 7 Kali Lipat

PNM Perpanjang Dukungan Ruang Pintar Kasih Sayang di Mundu Pesisir, Jumlah Peserta Naik Lebih dari 7 Kali Lipat.


CIREBON - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Cirebon kembali memperpanjang dukungan bagi Ruang Pintar Kasih Sayang di Dusun IV, sekitar Blok Ketapang, Desa Mundu Pesisir, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon. Perpanjangan bantuan yang diserahkan Selasa (30/6/2026) tersebut menjadi kali kelima sejak program berjalan hampir 3 tahun lalu.

Perpanjangan tidak diberikan secara otomatis. PNM menerapkan sejumlah indikator penilaian, mulai dari keberadaan nasabah PNM di sekitar lokasi, efektivitas program yang telah berjalan, manfaat yang dirasakan masyarakat, hingga tata kelola Ruang Pintar yang dinilai memenuhi standar pembinaan.

Pada kegiatan tersebut, PNM menyerahkan sejumlah sarana pendukung pembelajaran berupa alat peraga edukatif, perlengkapan kebersihan, serta wahana permainan anak seperti perosotan mini. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Pemimpin PNM Cabang Cirebon, Wina Rustiani, kepada Pemerintah Desa Mundu Pesisir dan pengelola Ruang Pintar Kasih Sayang.

Hadir dalam kegiatan tersebut Manager Supporting PNM Cabang Cirebon Muhammad Alfarizki, Jasa Manajemen TJSL PNM Cabang Cirebon Yuyun Wahyudin, perangkat desa, pengurus Ruang Pintar, serta puluhan anak dan warga yang mengikuti kegiatan dengan antusias.

Wina Rustiani menjelaskan, perkembangan Ruang Pintar Kasih Sayang menjadi salah satu alasan program terus mendapatkan dukungan. Saat pertama dibuka, jumlah peserta tercatat kurang dari 10 anak. Kini jumlah peserta aktif telah melampaui 30 anak dan terus bertambah setiap tahun.

Menurutnya, mayoritas peserta merupakan anak usia di bawah 3 tahun sehingga pendekatan pembelajaran lebih banyak dilakukan melalui aktivitas bermain yang mampu merangsang perkembangan motorik.

"Yang dibutuhkan anak-anak usia dini adalah sarana permainan edukatif yang dapat melatih motorik dan keseimbangan. Karena itu tahun ini kami membantu perosotan dan permainan lainnya yang sesuai dengan kebutuhan mereka," ujar Wina.

Ia menilai keberadaan Ruang Pintar memberi ruang belajar awal bagi anak-anak sebelum memasuki jenjang PAUD. Selain meningkatkan kemampuan dasar, program tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia di lingkungan keluarga nasabah PNM.

Perkembangan serupa disampaikan Kepala dan Pembina Ruang Pintar Kasih Sayang, Neng Mimin Mintarsih. Ia mengungkapkan jumlah peserta didik saat ini mencapai sekitar 35 anak dan pada waktu tertentu dapat mendekati 40 anak.

Bantuan yang diterima tahun ini dinilai semakin melengkapi kebutuhan pembelajaran dan permainan anak-anak. Kehadiran fasilitas baru membuat peserta lebih bersemangat mengikuti kegiatan yang rutin dilaksanakan di Ruang Pintar.

Pendamping Ruang Pintar, Lili Toyibah, menambahkan program tersebut terbukti membantu anak-anak mengenal keterampilan dasar sebelum masuk PAUD. Anak-anak yang sebelumnya belum terbiasa memegang alat tulis kini mulai mampu mencoret, menulis, dan mengikuti aktivitas belajar sederhana.

"Ini menjadi tahapan awal yang sangat membantu anak-anak sebelum mereka masuk PAUD sehingga lebih siap mengikuti proses pembelajaran," katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Mundu Pesisir, H. Khaerun, menyebut manfaat Ruang Pintar telah dirasakan langsung oleh masyarakat. Program tersebut menjadi sarana pembinaan anak usia dini yang mudah diakses warga setempat.

Selain Ruang Pintar, ia juga menyoroti sejumlah program pemberdayaan lain yang telah hadir di desa melalui dukungan PNM, di antaranya bantuan gerobak untuk pengelolaan sampah, penguatan kegiatan bank sampah, hingga penanaman mangrove di kawasan pesisir.

"Program-program yang dijalankan PNM sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Ruang Pintar menjadi salah satu yang paling terlihat dampaknya bagi anak-anak kami," ujar Khaerun.

Ruang Pintar Kasih Sayang sendiri merupakan lembaga pendidikan nonformal yang cukup diminati masyarakat Desa Mundu Pesisir. Program ini menjadi tempat belajar dan bermain bagi anak-anak usia prasekolah, sekaligus mendukung proses tumbuh kembang mereka sebelum memasuki pendidikan formal. (*)


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak