![]() |
| KTH Majalengka Selatan dan Puluhan Siswa Tanam 1.000 Pohon di Lereng Ciremai. |
MAJALENGKA - Kelompok Tani Hutan (KTH) yang tergabung dalam Paguyuban Silihwangi Majakuning kembali menggelar aksi konservasi dengan melakukan penanaman 1.000 pohon endemik di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), tepatnya di Desa Sangiang, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Majalengka, Rabu (11/2/2026).
Kali ini, Anggota Paguyuban dari 5 KTH di Majalengka selatan, mengajak para pelajar dalam kegiata Kegiatan tersebut melibatkan Majalengka Selatan, yakni KTH Berkah Rimba Desa Sangiang, KTH Mekarsari Desa Sunia, KTH Rimba Mekar II Desa Sunia Baru, serta KTH dari Desa Cipulus, Kecamatan Cikijing. Penanaman dilakukan di zona pemanfaatan Resort Sangiang, dengan jenis tanaman endemik hampir sepuluh macam.
Anggota KTH Berkah Rimba Sangiang sekaligus pelaksana kegiatan, Itang Yaya Sunarya, menjelaskan bibit yang ditanam di antaranya jenis Puspa, Huru, Kijamuju, Kiteja, hingga beberapa jenis endemik lokal lainnya.
“Alhamdulillah, hari ini 1.000 pohon sudah selesai ditanam. Jenisnya pohon endemik yang memang cocok untuk kawasan Gunung Ciremai,” ujar Itang.
Kegiatan penanaman ini juga mendapat dukungan lintas sektor. Hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimcam, Polsek, perwakilan kecamatan, BPBD, pihak TNGC, serta pelajar dari SMA Talaga dan MAN Talaga yang dilibatkan sebagai bagian dari edukasi konservasi sejak dini.
Dari pihak TNGC, penanaman turut disaksikan perwakilan Resort SPTN setempat. Itang menjelaskan, lokasi penanaman memiliki nilai historis karena pada masa Perhutani dahulu merupakan lahan tumpangsari masyarakat, sebelum pengelolaan beralih ke Taman Nasional pada tahun 2004.
“Sekarang masyarakat sudah bisa ikut terlibat kembali, khususnya dalam pemanfaatan hasil hutan bukan kayu (HHBK) sekaligus konservasi. Masyarakat juga sadar, hutan yang lestari berdampak langsung pada ketersediaan air,” katanya.
Menurut Itang, dampak konservasi mulai dirasakan masyarakat. Ketersediaan air bersih di wilayah penyangga hutan semakin melimpah dan bahkan sudah dimanfaatkan untuk beberapa desa dan kecamatan di Majalengka Selatan.
Ia menambahkan, seluruh KTH di bawah Paguyuban Silihwangi Majakuning juga memiliki persemaian mandiri, sebagai langkah keberlanjutan. Pasca penanaman, fokus utama diarahkan pada perawatan tanaman.
“Menanam itu mudah, yang paling berat justru merawat. Itu yang terus kami jaga,. Kami ingin ada generasi muda yang mau mengikuti kefiatan seperlrti ini. Pelestarian lingkungan harus beregenerasi,” tegasnya.
Sementara itu, Plt Ketua Paguyuban Silihwangi Majakuning, Nandar, memerangkan kegiatan penanaman tidak hanya bertujuan menghijaukan hutan, tetapi juga melahirkan kader-kader konservasi, khususnya dari kalangan generasi muda.
“Anak-anak SMA yang terlibat hari ini diharapkan menjadi kader konservasi yang sesungguhnya, di masa depan, semoga bisa dilanjutkan,” ujarnya.
Nandar menjelaskan, paguyuban berupaya membantu pelaksanaan tiga fungsi utama TNGC, yakni pengawetan, perlindungan, dan pemanfaatan. Dalam aspek perlindungan, masyarakat sekitar hutan bahkan kerap menjadi garda terdepan dalam memberikan informasi dini jika terjadi potensi kebakaran hutan.
Sejak terbentuknya paguyuban pada 2022, berbagai dinamika telah dilalui, termasuk soal pengakuan dan koordinasi. Namun saat ini, Nandar bersyukur, komunikasi Kelompok Tani Hutan dengan Balai TNGC dinilai semakin baik dan terbuka, terutama dalam hal penentuan zona kegiatan agar tidak terjadi pelanggaran zonasi.
“Kami selalu berkoordinasi agar kegiatan tetap on the track, sesuai aturan, dan tidak melebar ke zona inti. Zona tradisional ya tetap di zona tradisional,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Nandar juga menyampaikan bahwa pihaknya sempat berdialog langsung dengan perwakilan Kementerian Kehutanan yang melakukan kunjungan ke kawasan TNGC hari ini. Evaluasi lapangan menunjukkan kegiatan paguyuban dinilai berjalan sesuai jalur dan berbasis data serta fakta.
“Kami berharap ke depan ada komunikasi lanjutan, baik dengan kementerian maupun pemerintah daerah, agar upaya konservasi masyarakat ini mendapatkan kepastian dan hasil yang lebih baik,” pungkasnya. (Red)
