
Anggota DPRD Jabar Drs H Toto Suharto, S.Farm., Apt Reses di Desa Cihaur, Warga Curhat Irigasi hingga Fasilitas Posyandu.
KUNINGAN - Reses III Tahun Sidang 2025-2026 Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Drs H Toto Suharto, S.Farm., Apt, berlanjut di Kabupaten Kuningan. Senin (15/6/2026) giliran pemdes dan warga Desa Cihaur, Kecamatan Ciawigebang, curhat terkait permasalahan yang ada di Desa, supaya mendapat perhatian eksekutif di tingkat Provinsi.
Dalam sesi dialog, Persoalan pertanian, meliputi irigasi, terbatasnya sumber mata air, dan fungsi embung yang belum optimal. Selain itu, kebutuhan perbaikan sarana posyandu, hingga infrastruktur irigasi dan jalan lingkungan menjadi curhatan saat berlangsung kegiatan
Kegiatan yang berlangsung di GOR Desa Cihaur itu dihadiri sekitar 100 peserta dari unsur pemerintah desa, tokoh masyarakat, pemuda, perwakilan Kecamatan Ciawigebang, serta relawan Baret's (Barisan Relawan Toto Suharto).
Usai sambutan, warga memanfaatkan kesempatan untuk menyampaikan berbagai kebutuhan pembangunan yang dinilai mendesak, terutama di tengah keterbatasan fiskal desa akibat penyesuaian kebijakan anggaran yang sedang berlangsung.
Selain menjelaskan tugas dan fungsi anggota legislatif tingkat provinsi, Toto Suharto juga menyampaikan dukungannya terhadap sejumlah program strategis nasional, termasuk Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Namun, perhatian utama masyarakat justru tertuju pada persoalan pembangunan yang belum terselesaikan. Salah satu yang paling banyak disoroti adalah keberadaan embung yang dibangun dengan anggaran sekitar Rp7 miliar, namun hingga kini belum memberikan manfaat maksimal bagi sektor pertanian.
Menurut Toto, persoalan utama embung tersebut adalah minimnya pasokan sumber air sehingga keberadaannya belum mampu menjawab kebutuhan petani, terutama saat musim kemarau.
"Embung ini nilainya besar, sekitar Rp7 miliar. Tetapi karena sumber airnya tidak memadai, pemanfaatannya belum optimal. Ini menjadi salah satu aspirasi yang disampaikan masyarakat agar ada solusi dari pemerintah," ujarnya usai kegiatan.
Selain embung, warga juga mengeluhkan kebutuhan peningkatan jaringan irigasi pertanian serta perbaikan jalan lingkungan yang menjadi penunjang aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat desa.
Di sektor kesehatan, masyarakat meminta perhatian terhadap kondisi bangunan posyandu yang dinilai memerlukan rehabilitasi. Sarana pelayanan kesehatan dasar tersebut menjadi kebutuhan penting bagi warga, terutama ibu dan balita.
Sementara di bidang pendidikan, masyarakat juga menyampaikan sejumlah kebutuhan yang diharapkan dapat memperoleh dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Toto menegaskan seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat akan dicatat dan diperjuangkan melalui mekanisme yang ada. Sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Daerah Pemilihan Jabar XIII, dirinya memiliki fungsi untuk menampung dan meneruskan kebutuhan masyarakat kepada pemerintah daerah provinsi.
"Kami menampung seluruh aspirasi masyarakat. Selanjutnya akan kami sampaikan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangan dan kemampuan anggaran yang tersedia," katanya.
Menurutnya, kegiatan reses menjadi sarana penting untuk memastikan perencanaan pembangunan tidak hanya berangkat dari data administratif, tetapi juga berdasarkan kebutuhan nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat di lapangan.
Dengan berbagai persoalan yang mengemuka dalam pertemuan tersebut, warga berharap aspirasi yang telah disampaikan tidak berhenti sebagai catatan reses semata, melainkan dapat diwujudkan dalam program pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Cihaur. (Bubud)