Jalan Poros Desa Rusak, Legislator Toto Suharto Buka Jalan Aspirasi Warga Pasayangan ke APBD Jabar 2027

Jalan Poros Desa Rusak, Drs H Toto Suharto S.Farm., Apt Buka Jalan Aspirasi Warga Pasayangan ke APBD Jabar 2027.


KUNINGAN - Keterbatasan ruang fiskal desa pasca pengalihan sebagian Dana Desa untuk program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP)  kembali dikeluhkan serentak pemerintahan Desa. Hal ini kembali mengemuka dalam kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa,  Anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi PAN, Drs. H. Toto Suharto, S.Farm., Apt., di Desa Pasayangan, Kecamatan Lebakwangi, Kabupaten Kuningan, Jumat (21/8/2026).

Pihaknya turun langsung mendengar aspirasi pemerintah desa, pengurus KDMP, BUMDes, hingga kader masyarakat. Dalam dialog tersebut, pembangunan infrastruktur yang belum tuntas menjadi perhatian serius, karena kemampuan anggaran desa kini semakin terbatas.

Mewakili Kepala Desa, Sekretaris Desa Pasayangan, Asep Saiful, S.T., mengatakan persoalan infrastruktur menjadi salah satu keluhan paling mendesak. Sejumlah kebutuhan yang disampaikan meliputi jalan usaha tani, jalan poros desa, serta jaringan irigasi yang berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi dan mobilitas warga.

Salah satu yang mendapat sorotan yakni ruas jalan poros desa yang menghubungkan Pasayangan dengan Pajawan Kidul. Jalan sepanjang sekitar 1 kilometer tersebut disebut mengalami kerusakan cukup parah sehingga menghambat mobilitas warga, termasuk pengangkutan hasil pertanian dan kebutuhan pangan.

“Jalan poros desa antara Pasayangan dan Pajawan Kidul kondisinya sudah rusak parah. Akses masyarakat terganggu untuk mobilisasi, termasuk mengangkut hasil pertanian,” ujar Asep.

Tak hanya infrastruktur, forum tersebut juga mengungkap persoalan di sektor ekonomi desa. Pengurus KDMP meminta kejelasan terkait operasional koperasi, sementara BUMDes menghadapi tekanan usaha ayam petelur akibat tingginya harga pakan yang tidak sebanding dengan harga telur. Dari sektor kesehatan, kader PKK turut menyampaikan kebutuhan dukungan program penanganan stunting agar kegiatan di tingkat masyarakat dapat berjalan optimal.

Menanggapi beragam persoalan itu, Toto Suharto mengatakan kondisi serupa banyak ditemuinya dalam kunjungan ke berbagai desa di Kabupaten Kuningan. Ia menyebut telah mendatangi lebih dari 100 desa untuk berdialog langsung dengan masyarakat dan pemerintah desa.

Menurut Toto, keterbatasan Dana Desa tidak boleh membuat proses perencanaan pembangunan berhenti. Aspirasi yang belum mampu dibiayai melalui anggaran desa maupun kabupaten, kata dia, dapat diarahkan untuk diperjuangkan melalui anggaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat, terutama untuk kebutuhan tahun anggaran 2027.

“Banyak kebutuhan masyarakat yang belum terselesaikan, seperti irigasi, jalan poros desa, dan jalan usaha tani. Ini akan kami sampaikan dan kawal dalam pembahasan anggaran tahun 2027,” kata Toto.

Ia menegaskan pengawalan aspirasi tetap harus ditempuh melalui mekanisme perencanaan pembangunan yang berlaku. Usulan dari desa perlu dibahas mulai dari musyawarah dusun dan musyawarah desa, kemudian masuk dalam Musrenbang hingga terakomodasi dalam sistem perencanaan pemerintah.

Bagi Toto, kunjungan ke desa bukan hanya agenda serap aspirasi, tetapi menjadi cara untuk memperoleh gambaran langsung mengenai persoalan yang dihadapi masyarakat. Ia berharap aspirasi Desa Pasayangan dapat diteruskan ke tingkat provinsi dan memperoleh tindak lanjut sesuai kewenangan serta kemampuan anggaran.

Sementara itu, Pemerintah Desa Pasayangan berharap komunikasi dengan wakil rakyat di tingkat provinsi dapat membuka alternatif pembiayaan bagi kebutuhan yang belum mampu ditangani melalui anggaran desa. Terutama pembangunan infrastruktur yang dinilai memiliki dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi dan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Dengan semakin terbatasnya ruang anggaran desa, jalur kolaborasi antara pemerintah desa, kabupaten, dan provinsi dinilai menjadi penting. Desa Pasayangan kini berharap sejumlah kebutuhan prioritas yang telah disampaikan tidak berhenti sebagai daftar aspirasi, tetapi dapat masuk dalam perencanaan pembangunan dan diperjuangkan untuk realisasi pada tahun anggaran mendatang. (Bubud Sihabudin)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
mediatiga.com

Formulir Kontak