Ruang Pintar Arroyan Diresmikan, TJSL PNM Cabang Cirebon Perkuat Pendidikan Anak di Kuningan

Ruang Pintar Arroyan Diresmikan, TJSL PNM Cabang Cirebon Perkuat Pendidikan Anak di Kuningan.

KUNINGAN - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Cirebon kembali menyalurkan TJSL (Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan) untuk memperkuat dunia pendidikan anak Indonesia, memperkuat kualitas pendidikan anak usia dini, kini merambah Kabupaten Kuningan.  PNM  meresmikan "Ruang Pintar Arroyan", berlokasi di Taman Raudhatul Athfal (TRA) Arroyan, Desa Haurkuning, Kecamatan Nusaherang, Selasa (28/7/2026).

Program tersebut menjadi pengembangan dari inisiatif serupa yang sebelumnya sukses dijalankan di Kabupaten Cirebon. Kehadiran Ruang Pintar Arroyan diharapkan mampu menjadi pusat belajar sekaligus ruang bermain yang lebih nyaman bagi anak-anak usia dini, khususnya keluarga prasejahtera dan nasabah PNM Mekaar.

Peresmian dihadiri Pemimpin Cabang PNM Cirebon Wina Rustiani, Manager Supporting Muhammad Alfarizki, Jasa Manajemen TJSL Yuyun Wahyudin, Ketua Yayasan Syaif Nurjati Suharyono, Amd.Pd., Kepala Sekolah TRA Arroyan Rohaeni, S.Pd., Camat Nusaherang Didin Rasidin, SE., M.Si., perwakilan Pemerintah Desa Haurkuning, para orang tua siswa, serta perwakilan nasabah PNM Mekaar.


Peresmian ditandai dengan penyerahan bantuan tahap pertama berupa perlengkapan penunjang pendidikan, alat tulis, 10 set meja dan kursi belajar, Alat Permainan Edukatif (APE), wastafel, biaya akomodasi tenaga pendamping, dukungan layanan internet, hingga bantuan token listrik selama enam bulan kedepan.

Pemimpin Cabang PNM Cirebon, Wina Rustiani, mengatakan pembangunan Ruang Pintar Arroyan merupakan bentuk nyata komitmen perusahaan dalam mendukung pendidikan anak-anak nasabah sekaligus masyarakat di sekitar wilayah operasional PNM.

"Kami meresmikan Ruang Pintar Arroyan di Desa Haurkuning sebagai bentuk komitmen PNM untuk terus memberikan kontribusi terhadap pendidikan anak-anak, khususnya keluarga nasabah kami. Harapannya, ruang pintar ini menjadi wadah bermain dan belajar yang mampu mendorong berkembangnya RA Arroyan sehingga semakin banyak anak memperoleh layanan pendidikan yang layak," ujar Wina.

Ia menjelaskan, penetapan TRA Arroyan sebagai penerima program bukan dilakukan secara instan. PNM terlebih dahulu melaksanakan proses verifikasi menyeluruh terhadap keberadaan peserta didik, tenaga pengajar, tata kelola lembaga, tingkat keaktifan sekolah, hingga keterkaitannya dengan keluarga nasabah PNM Mekaar.

Menurutnya, awal mula program tersebut berangkat dari komunikasi yang terjalin saat kegiatan TJSL  program Green Impact beberapa waktu lalu di Desa Haurkuning. Dari sana, PNM memperoleh informasi bahwa TRA Arroyan masih membutuhkan dukungan fasilitas pendidikan. Setelah dilakukan evaluasi lapangan, sekolah dinilai memenuhi berbagai indikator kelayakan untuk menerima Program Ruang Pintar.

Saat ini TRA Arroyan telah memasuki tahun ke-6 penyelenggaraan pendidikan. Berdiri sejak 2020 di bawah Yayasan Syaif Nurjati Haurkuning, lembaga tersebut memiliki 19 peserta didik yang didampingi empat tenaga pendidik. Pada 2025, TRA Arroyan berhasil meraih Akreditasi B, serta menjadi lembaga pendidikan resmi dibawah naungan Kemenag Kuningan. Perolehan akreditasi yang memuaskan belakangan ini menjadi capaian penting para tenaga pendamping maupun pihak yayasan di lembaga pendidikan usia dini tersebut.

Kepala Sekolah TRA Arroyan sekaligus tenaga pendamping Ruang Pintar Arroyan, Rohaeni, S.Pd., mengungkapkan perjalanan sekolah tidaklah mudah. Selama lima tahun terakhir, lembaga tersebut berkembang secara bertahap dengan mengandalkan semangat para guru dan dukungan berbagai pihak.

"Saat pertama berdiri kami belum memiliki apa-apa. Perlahan kami membangun sekolah ini bersama para guru. Alhamdulillah sampai sekarang tetap berjalan dengan baik. Salah satu program kami adalah membebaskan biaya pendidikan bagi anak yatim dan yatim piatu. Selama ini sudah ada tujuh anak yang lulus melalui program tersebut," katanya.

Rohaeni mengaku bersyukur,  28 Juli 2026 TRA Arroyan dipercaya menjadi penerima Program Ruang Pintar PNM. Baginya, dukungan tersebut bukan sekadar bantuan sarana, melainkan amanah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan bagi masyarakat.

"Kami berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Semoga kami mampu menjalankan amanah ini dengan baik dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat, termasuk keluarga nasabah PNM yang ingin menyekolahkan anaknya di sini," ujarnya.

Camat Nusaherang, Didin Rasyidin, SE., M.Si., menyampaikan apresiasi atas kepedulian PNM terhadap dunia pendidikan di wilayahnya. Menurutnya, kolaborasi antara BUMN melalui PNM dan masyarakat menjadi faktor penting dalam membangun sumber daya manusia sejak usia dini.

"Kami mengapresiasi kehadiran PNM di Desa Haurkuning. Ini merupakan bentuk kepedulian kepada masyarakat dan sangat bermanfaat bagi dunia pendidikan di Kecamatan Nusaherang. Pemerintah tentu berharap semakin banyak pihak yang ikut berkontribusi karena pembangunan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah semata," tuturnya.

PNM menegaskan, Program Ruang Pintar tidak berhenti pada penyaluran bantuan tahap pertama. Lembaga pendidikan penerima akan dievaluasi dan diverifikasi secara berkala berdasarkan berbagai indikator perkembangan. Hasil evaluasi tersebut menjadi dasar bagi PNM untuk mempertimbangkan kelanjutan dukungan pada tahap berikutnya, baik dalam bentuk perpanjangan pendampingan maupun bantuan fasilitas tambahan.

Melalui pendekatan berkelanjutan tersebut, PNM berharap Ruang Pintar Arroyan mampu tumbuh menjadi pusat pembelajaran yang semakin berkualitas, mencetak generasi berkarakter, serta memperluas akses pendidikan anak usia dini di Kabupaten Kuningan. (Bubud Sihabudin)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
mediatiga.com

Formulir Kontak