
TJSL PNM, Madani Sanitasi Hadirkan Sumur Bor dan Toilet Bagi Masyarakat Desa Matangaji.
CIREBON - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Cirebon merealisasikan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) melalui pembangunan sumur bor dan mandi, cuci, kakus (MCK) di Desa Matangaji, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Jumat (16/10/2026).
Bantuan melalui Program Madani Sanitasi tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih dan fasilitas sanitasi masyarakat, khususnya warga di Dusun II, Blok Cijambu, RT 03/RW 02. Kehadiran fasilitas ini juga diharapkan memberikan manfaat bagi pengunjung destinasi wisata desa yang berada di sekitar lokasi pembangunan.
Pemimpin Cabang PNM Cirebon, Wina Rustiani, mengatakan, program tersebut direalisasikan setelah pihaknya melihat kebutuhan masyarakat terhadap ketersediaan air bersih. Selain itu, Desa Matangaji dinilai memiliki potensi pengembangan ekonomi lokal yang sejalan dengan perhatian PNM terhadap pemberdayaan masyarakat.
Menurut Wina, Desa Matangaji memiliki sebaran nasabah PNM Mekaar dan Ulamm yang cukup besar. Pemerintah desa juga dinilai kooperatif dalam mendorong pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta potensi wisata setempat.
“Setelah kami melihat dan mengevaluasi, desa ini cukup tepat untuk pembangunan sumur bor dan toilet gratis karena memang ada kebutuhan air bersih,” ujar Wina.
Peresmian fasilitas sanitasi dilakukan melalui gunting pita, turut dihadiri Manajer Mekaar Mega Kharisma, Manajer Ulamm Widi Pramudi, dan jajaran Pemdes Matangaji. Dalam kesempatan yang sama, PNM juga memfasilitasi pemeriksaan kesehatan gratis bagi nasabah di sekitar Desa Matangaji dengan menghadirkan tenaga medis dari Rumah Sakit Medimas.
Wina berharap pembangunan sumur bor dan MCK dapat dimanfaatkan serta dirawat dengan baik oleh masyarakat. Lebih dari pemenuhan kebutuhan dasar, fasilitas tersebut diharapkan ikut mendukung aktivitas ekonomi dan perkembangan potensi wisata Desa Matangaji.
“Harapan kami, pembangunan sumur bor dan MCK ini dapat bermanfaat bagi masyarakat Desa Matangaji, dimanfaatkan sebaik-baiknya, serta mendukung perkembangan ekonomi di daerah ini,” katanya.
Kepala Desa Matangaji, Rusnadi, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan PNM. Ia menilai fasilitas tersebut sangat dibutuhkan warga, terutama untuk menunjang aktivitas sehari-hari yang berkaitan dengan sanitasi, mandi, dan berwudu.
Menurut Rusnadi, keberadaan sumur bor dan MCK juga memiliki manfaat ganda karena lokasinya berdekatan dengan kawasan wisata desa. Fasilitas tersebut dapat digunakan masyarakat setempat sekaligus melayani pengunjung yang datang berwisata.
“Bantuan ini sangat bermanfaat bagi warga kami, khususnya di wilayah RW 02. Kami mengucapkan terima kasih dan berharap fasilitas ini dijaga, dipelihara, serta dirawat dengan baik,” ujarnya.
Rusnadi menjelaskan, kawasan wisata Cikomboy di Desa Matangaji telah berkembang selama hampir dua tahun. Destinasi tersebut menawarkan sejumlah potensi, mulai dari kolam renang, bumi perkemahan, hamparan persawahan, tempat kuliner, kedai kopi, hingga ekowisata embung.
Desa Matangaji juga memiliki rencana pengembangan destinasi lain, termasuk wisata religi dan agrowisata, serta melengkapi area parkiran dengan musola.
Pada 2025, desa tersebut meraih penghargaan sebagai desa wisata terbaik tingkat Kabupaten Cirebon. Sementara pada 2026, Matangaji menjadi perwakilan Kabupaten Cirebon dalam lomba desa wisata tingkat Provinsi Jawa Barat.
Menurut Rusnadi, dukungan terhadap fasilitas dasar menjadi salah satu kebutuhan dalam menunjang pengembangan kawasan tersebut. Pemerintah desa berharap pembangunan fasilitas publik dapat terus berlanjut agar masyarakat dan pengunjung memperoleh manfaat yang lebih luas.
Di sisi lain, pemberdayaan ekonomi masyarakat menjadi bagian penting dari upaya PNM dalam mendampingi nasabah. Wina menyebut, Desa Matangaji memiliki pelaku UMKM yang memproduksi berbagai produk, di antaranya makanan ringan dan telur asin.
Potensi tersebut dinilai masih dapat dikembangkan melalui pendampingan usaha. PNM membuka peluang untuk ikut mendorong penguatan kapasitas pelaku UMKM agar kegiatan ekonomi masyarakat dapat tumbuh seiring dengan perkembangan wisata desa.
Manfaat kehadiran PNM juga dirasakan langsung oleh nasabah program Mekaar, salah satunya Utimah, pedagang sembako di Desa Matangaji. Ia mengaku telah memanfaatkan layanan pembiayaan PNM untuk menunjang modal usahanya.
Utimah mengatakan, usahanya yang menjual kebutuhan sehari-hari, seperti beras, sayuran, gas, dan kebutuhan lainnya, terus dijalankan dengan dukungan pembiayaan tersebut. Ia mengaku nilai pinjaman yang diterimanya meningkat dari Rp2 juta pada awal bergabung menjadi Rp10 juta.
Menurutnya, layanan PNM Mekaar membantu dirinya memperoleh tambahan modal usaha dengan persyaratan yang relatif mudah dan tanpa agunan. Ia berharap pendampingan dan layanan PNM dapat terus berkembang sehingga semakin banyak pelaku usaha kecil yang terbantu.
Bagi PNM Cabang Cirebon, pembangunan sumur bor dan toilet melalui Program Madani Sanitasi melengkapi upaya pemberdayaan masyarakat selain pembiayaan usaha.
Program TJSL tersebut juga memperlihatkan pentingnya dukungan terhadap kebutuhan dasar masyarakat agar aktivitas ekonomi dan potensi lokal dapat berkembang secara berkelanjutan. (Bubud Sihabudin)